Latest Post

Review 2 Game Online yang menggunakan konsep AI

| Kamis, 15 Juni 2017
Baca selengkapnya »
Nama : Tubagus Agastha u
Kelas  : 3IA20
Npm   : 5A414899
Mata Kuliah : Pengantar Teknologi Game
Dosen :Syefani Rahma Deski


PENULISAN BAB 8

Game Dota 2


Sebuah mod yang berhasil menarik hati jutaan gamer di seluruh dunia, Defense of The Ancients (DOTA) memang menjadi fenomena tersendiri. Mengubah mekanik awal yang ditawarkan oleh Warcraft III, IceFrog menyuntikkan sensasi RPG yang lebih kental dengan membawa pertempuran hero sebagai fokus utama. Tidak lagi harus dipusingkan dengan strategi membangun unit, gamer kini dibawa dalam mode PvP yang cepat, intens, dan pastinya – memacu adrenalin. Berfokus membangun karakter dengan perannya masing-masing dan memainkan peran terbaik dalam pertempuran tim, DOTA bahkan diakui sebagai salah satu game kompetitif yang seringkali dipertandingkan di kancah internasional. Tidak salah jika Valve tertarik untuk mengakuisisi nama yang satu ini.

Perjalanan akuisisi Valve atas nama DOTA memang bukan perkara mudah. Sempat mengalami konflik dengan Blizzard sebagai pemilik Warcraft III, perseteruan ini untungnya berakhir damai. Valve berkesempatan untuk terus melanjutkan terus proyek ambisius ini, menawarkan berbagai modifikasi di sisi visual dan tentu saja mekanik gameplay yang lebih seimbang. Memasuki proses beta dan berhasil menjaring ratusan ribu gamer selama proses ini, Valve akhirnya siap untuk keluar dari fase yang satu ini. Setahun sejak rilis betanya, Valve akhirnya secara resmi merilis DOTA 2 secara bebas kepada publik. Sembari memastikan proses peralihan ini tidak akan mengganggu pengalaman mereka yang sudah masuk ke dalam masa beta, DOTA 2 akhirnya terbuka bagi setiap gamer lewat sistem F2P yang ia usung.

Mengingat masa beta yang sudah berakhir dan eksistensinya sebagai sebuah game resmi yang terbuka secara komersil, ini menjadi momen yang tepat bagi JagatPlay untuk melemparkan beberapa impresi yang sempat kami tangkap, tentu saja – selama setahun terakhir ini. Apa saja yang berubah? Menjadi lebih baik atau lebih buruk? Atau ia masih belum mampu menundukkan popularitas DOTA pertama?

Review Game Dota 2


Salah satu yang paling signifikan adalah perubahan model karakter yang digunakan. Walaupun hadir dengan model karakter yang jauh berbeda dengan lebih halus, Anda tetap dapat menemukan beberapa ciri utama karakter yang tetap dipertahankan dari seri pertamanya. Konsep ini mempermudah para gamer DOTA pertama untuk menyesuaikan diri dengan cepat, terutama mereka yang belum familiar dengan desain baru hero yang ada.  Tidak hanya dari model  karakter, Valve juga menyuntikkan nama yang lebih “umum” untuk mencegah permasalahan lebih jauh.

Perubahan visualisasi ini juga diterapkan untuk beragam desain item dan persenjataan yang ditawarkan di toko. Memang butuh waktu lebih lama bagi para gamer pendatang baru ataupun mereka yang sempat mencicipi DOTA pertama untuk menguasai aspek ini lebih dalam. Tidak hanya sekedar mempelajari desain item dan resep yang untungnya, sedikit terbantu dari penjelasan yang tetap disertakan ketika Anda melakukan hover di setiap item yang ada, Anda juga mulai harus menghafal kembali lokasi item yang kini ditempatkan dalam pengakategorian yang berbeda. Setiap hero juga akan hadir dengan rekomendasi item untuk memaksimalkan kemampuan terbaiknya, membantu para pendatang baru untuk lebih dapat menguasai game ini dengan lebih cepat.


Perubahan visualisasi berarti juga berpengaruh langsung pada animasi gerak setiap karakter yang ada. Tidak berpengaruh besar bagi para pemain DOTA yang baru, namun perubahan animasi ini akan memaksa para pemain veteran untuk menyesuaikan ritme gameplay kembali. Sementara mereka yang tumbuh besar bersama dengan game MOBA yang lain, DOTA 2 mungkin akan terasa lebih lambat. Mengapa animasi sangat signifikan? Karena animasi gerak dan serangan akan sangat menentukan seberapa baik Anda tampil dalam DOTA 2. Anda menjadikanya sebagai pondasi untuk melakukan creeping yang efektif dan tentu saja, melakukan kombinasi skill yang lebih mumpuni.

Anonimitas dalam dunia maya dipadukan dengan mekanik gameplay yang memang sangat bergantung pada team-play dan performa individu setiap anggota, DOTA 2 akan menjadi rumah yang sangat tidak nyaman untuk para gamer pendatang baru. Valve sendiri memang sudah menyuntikkan mode tutorial dan “bot” untuk membantu gamer mendapatkan atmosfer pertempuran yang tepat, namun sayangnya – tidak cukup kuat untuk merepresentasikan kondisi pertarungan ketika berhadapan dengan user yang lain. Ketika para pendatang baru seringkali mati atau tidak memberikan kontribusi signifikan dalam pertempuran, maka beragam makian dan berbagai kalimat merendahkan akan meluncur dengan begitu mudah di layar kaca Anda. “Noob”, “Stupid”, hingga beberapa kata yang lebih kasar menjadi pemandangan yang tidak asing lagi.

Game Ninja saga


Ninja Saga adalah game populer bertemakan ninja 2D RPG di situs jejaring sosial facebook yang menampilkan pertempuran PvP yang seru secara real-time. Dalam permainan ini pemain akan menjadi ninja muda yang dalam pelatihan, berjuang dengan cara mereka sampai ke status bergengsi para ninja, “Kage-Master”. Pelajari seni bela-diri misterius ninjutsu dan manfaatkan kekuatan alam seperti angin, air, api, bumi, dan kilat untuk menghancurkan musuh. Bertarung dengan para ninja pemain lainnya ,monster, dan tantang teman  dalam pertempuran sengit yang seru. Dapatkan kehormatan sebagai Master-Kage terbaik dan selamatkan desa-desa setempat dari teror kegelapan di Ninja saga

Perbedaan antara game dota 2 dan game ninja saga

Game Dota 2
  1. Game yang berasal dari steam.
  2. Grafik gamenya yang memakai 3D sehingga banyak yang menikmati game tersebut.
  3. Cara bermain lebih simple dan lebih mudah di pahami oleh gamers.
Ninja saga
  1. Game yang berasal dari Facebook
  2. Grafik gamennya memakai 2D sehingga gamers sedikit kurang menarik walaupun banyak yang mendownload game tersebut di facebook.
  3. Cara bermain yang simple tetapi gamers cepat bosen saat mencari senjata yang langka di ninja saga ini.
SUMBER


Review 2 Game Online yang menggunakan konsep AI

Posted by : Unknown on :Kamis, 15 Juni 2017 With 0komentar

Game Komputer Berjaringan Internet

|
Baca selengkapnya »
Nama : Tubagus Agastha u
Kelas  : 3IA20
Npm   : 5A414899
Mata Kuliah : Pengantar Teknologi Game
Dosen :Syefani Rahma Deski

BAB 8

Pengertian Web Game?

Web Game atau Game Berbasis Web adalah permainan komputer ini dimainkan melalui internet menggunakan web browser. Syarat dimana sebuah browser dapat memainkan game ini adalah browser sudah mendukung javascript, php, maupun flash. Game browser dapat diciptakan dan dijalankan menggunakan teknologi game yang menggunakan internet network sehingga game ini juga tidak hanya dapat di akses oleh penduduk lokal saja tetapi bahkan hingga keluar negri.

Konsep web game?

Konsep dari Web game itu sendiri memiliki arti bahwa game yang berbasis internet sehingga membutuhkan LAN dan koneksi internet agar web game tersebut bisa berjalan.

Perbedaan game online sama game yang tidak online?

Kelebihan game berbasis internet :
1.      membuat suasana game menjadi lebih menarik
2.         Di lengkapi dengan fitur chat
3.         Mendidik rasa leadership dan teamwork.
4.         Mengajarkan rasa toleransi. DLL.

Kelebihan game tidak berbasis internet :
1.         apabila tidak memiliki internet, masih bisa bermain game
2.         Umumnya grafis dan alur ceritanya lebih menarik
3.         Loadingnya lebih cepat
4.         Lebih santai saat memainkannya
5.         Dapat menyesuaikan dan mengatur waktu sesuai dengan kesibukkan
6.         Dapat memilih game sesuai dengan selera dan kesukaan. DLL..

Sumber :

Game Komputer Berjaringan Internet

Posted by : Unknown on : With 0komentar
Next → ← Prev
▲Top▲